Gadget

Dukung Kinerja Videografer Profesional, Sony Alpha 7S III Resmi Dikenalkan

Alpha 7S III ini mengombinasikan performa pencitraan tinggi dengan sensitivitas klasik seri S .

Dinar Surya Oktarini

Sony Alpha 7S III. (Sony)
Sony Alpha 7S III. (Sony)

Hitekno.com - Setelah penantian yang cukup panjang, Alpha 7S III kini resmi hadir di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan para penggemar videografi. Penerus dari Alpha 7S II ini mengombinasikan performa pencitraan tinggi dengan sensitivitas klasik seri “S” yang memungkinan kemampuan perekaman video impresif, serta dapat menunjang kreativitas videografer profesional. Kamera terbaru ini juga dilengkapi dengan beragam fitur mumpuni lainnya, menawarkan alur kerja cepat dan lebih efisien kepada penggunanya.

Kazuteru Makiyama, President Director PT Sony Indonesia mengungkapkan, “Penantian para penggemar kamera Alpha 7S II akan kehadiran penerusnya telah berakhir dengan peluncuran Alpha 7S III. Pengembangan kamera ini memang memakan waktu cukup lama karena kami melakukan berbagai riset untuk menyempurnakan kamera ini agar dapat menghadirkan produk terbaik yang relevan dengan kebutuhan para videografer, bahkan melebihi ekspektasinya. Kamera ini memiliki berbagai kemampuan videografi dan fitur terdepan di industri yang mampu memberikan alur kerja cepat dan lebih efisien. Dengan inovasi yang kami hadirkan pada kamera ini, kami berupaya untuk mendukung para pelaku industri kreatif untuk dapat mengambil peluang dan semakin bersemangat dalam menciptakan karya-karya terbaik.”

Sony Alpa 7S III ini dibekali dengan fitur dan spesifakasi yang mendukung penggunanya mengabadikan momen. Berikut deretan fitur dan spesifikasi Alpha 7S III.

Sony Alpha 7S III. (Sony)
Sony Alpha 7S III. (Sony)

 

  • Mesin pemrosesan gambar BIONZ XR™ mutakhir dengan kekuatan pemrosesan delapan kali lebih banyak serta Sensor gambar terbaru back-illuminated full-frame Exmor R™ CMOS 12.1-megapiksel (kurang lebih, efektif), mengurangi efek rolling shutter secara signifikan.
  • Sensitivitas yang sangat tinggi dengan rentang ISO yang dapat diperluas mulai dari 40 hingga 409600, dan meningkatkan kualitas gambar sekitar 1 stop noise reduction2 pada rentang sensitivitas menengah dan tinggi
  • Kemampuan perekaman video termasuk 4K 120p, kedalaman warna 10 bit 4:2:2, seluruh rekaman Intra, format XAVC HS dengan H.265 codec dan lebih
  • Output video HDMI 4K 60p 16-bit RAW untuk pertama kalinya dalam seri Alpha™
  • Sistem Fast Hybrid AF dengan sensortitik 759 phase-detection AF yang mencakup 92% sensor gambar
  • Real-time Eye AF yang telah ditingkatkan untuk perekaman film dan perekaman gambar still (still image recording)
  • Mekanisme pembuangan panas terbaru dan perekaman dual slot relay yang memungkinkan lebih dari satu jam perekaman film 4K 60p 10-bit 4:2:2 hingga baterai habis
  • Stabilisasi gambar dalam bodi optik 5-sumbu mendukung perekaman film menggunakan tangan dengan Mode Aktif tambahan untuk mendukung perekaman film menggunakan tangan yang sulit
  • Variable angle bukaan samping pada layar LCD meningkatkan fleksibilitas rekaman
  • Sistem menu yang didesain ulang dengan interface layar sentuh dan pengoperasian sentuh
  • Pengambilan gambar still (still image) secara terus menerus dengan kecepatan tinggi hingga 10 fps untuk lebih dari 1000 gambar RAW tanpa dikompres terus-menerus (berurutan)  dengan pelacakan AF / AE penuh
  • Slot kartu Dual CFexpress Tipe A yang memungkinkan pemrosesan data dengan kecepatan tinggi serta menjaga ukurannya agar tetap efisien

 

Dilengkapi dengan sensor gambar back-illuminated full-frame 12.1MP (kurang lebih, efektif) terbaru dengan sensitivitas yang sangat tinggi dan 15+ stop wide dynamic range5. Sejumlah kemampuan perekaman video yang impresif, termasuk 4K 120p4 dan kedalaman warna 10-bit 4:2:2, mekanisme pembuangan panasterbaru, perekaman dual slot relay yang memungkinkan pengguna merekam film 4K 60p selama lebih dari satu jam hingga baterai habis8, sistem autofokus terbaru, interface layar sentuh, serta layar LCD bukaan samping. Alpha 7S III akan menjadi perangkat terbaik yang dapat menunjang kreativitas video profesional dan seluruh jenis pengambilan gambar hybrid still/ video.

Arsitektur sistem Alpha 7S III telah dirancang ulang untuk menghasilkan video dan performa pengambilan gambar still yang luar biasa. Sensor gambar terbaru 35mm full-frame 12.1MP (kurang lebih, efektif) back-illuminated Exmor R™ CMOS mengurangi rolling shutter hingga tiga kali2 dan menggunakan berbagai teknik pengumpulan cahaya mutakhir untuk memastikan sensitivitas tinggi dengan noise rendah, sehingga memungkinkan pengguna untuk mengambil gambar pada situasi pencahayaan yang sulit tanpa memerlukan pengaturan pencahayaan berskala besar.

Solusi Alur Kerja Video Profesional

Sony Alpha 7S III. (Sony)
Sony Alpha 7S III. (Sony)

 

Kamera Alpha 7S III menawarkan perekaman 4K dalam kamera hingga 120 frame per detik4, kedalaman 10-bit dan pengambilan sampel warna 4:2:2, sehingga dapat menghasilkan video yang menakjubkan. Kamera terbaru ini juga menawarkan alur kerja pasca-produksi yang lebih fleksibel dan efisien dengan berbagai mode perekaman film terdepan, seperti All-Intra[xiii] dan MPEG-H HEVC/H.265 coding (XAVC HS™). Alpha 7S III memberikan kemudahan dalam mengintegrasikan perekaman video dengan camcorders profesional lainnya seraya memberikan tiga pengaturan gamut, yaitu S-Gamut, S-Gamut3, dan S-Gamut3. Cine, memungkinkan para pengguna untuk mencocokan rekaman dengan mudah pada Alpha 7S III dengan rekaman yang diambil menggunakan camcorder profesional guna menyederhanakan alur kerja pasca-produksi multi-kamera.

Kualitas Gambar yang Ditingkatkan

Sensor gambar CMOS dan mesin prosesor gambar BIONZ XR™ terbaru yang terdapat pada Alpha 7S III memberikan sensitivitas seri S yang legendaris dengan peningkatan reproduksi warna yang signifikan dan rendering tekstur untuk meningkatkan kualitas gambar secara keseluruhan. ISO dasar telah diturunkan menjadi 80, menghasilkan rentang normal 80-102,400 (dapat diperluas hingga 80-409,600 untuk video and 40-409,600 untuk still) guna memberikan ISO yang lebih fleksibel ditambah wide dynamic range dengan noise rendah di semua pengaturan. Hal ini dapat memberikan peningkatan kualitas gambar hingga kurang lebih 1 stop noise reduction2 pada rentang sensitivitas menengah dan tinggi.

Pilihan warna dan tekstur dari dedaunan, kulit manusia, dan lainnya direproduksi secara ideal dan konsisten tanpa bergantung pada sumber cahaya. Render gradasi juga telah disempurnakan agar warna kulit terlihat lebih indah dan highlight roll-off pada gambar. Fitur ini juga meningkatkan kinerja AWB (WB Otomatis) dengan "Visible light + IR Sensor" terbaru membantu mencapai kalibrasi titik yang lebih tepat di bawah pencahayaan buatan, termasuk lampu neon dan LED.

Pengaturan Fokus Otomatis Fleksibel untuk Mode Perekaman Film

Berdasarkan tanggapan para pengguna, kamera terbaru ini mencakup beberapa fitur AF untuk pengguna profesional, termasuk Kecepatan Transisi AF dalam tujuh pengaturan, membuat transisi rack-focus dengan mudah, dan lima pengaturan Sensitivitas Pergeseran Subjek AF yang memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan seberapa mudah AF akan beralih atau tetap dengan subjek yang terkunci secara tepat. Fitur Touch Tracking memungkinkan pengguna untuk tidak hanya memulai Pelacakan Real-time, tetapi juga menciptakan dan merekam saat menggunakan gimbal atau saat memotret sendiri. Sekarang pengguna dapat melakukan Touch Focus pada saat mengaktifkan mode fokus manual pada layar LCD atau secara jarak jauh melalui aplikasi[xvii] Imaging Edge Mobile.

Fotografi Gambar Luar Biasa

Alpha 7S III mengusung sistem Hybrid AF cepat dengan titik 759 phase-detection AF yang mencakup 92% sensor gambar. Kamera ini juga dapat mencapai ketepatan AF tinggi untuk fokus akurat dan andal dalam cahaya hingga EV-6[xix],di mana subjek sulit untuk dilihat dengan jelas bahkan dengan mata telanjang. Pengguna dapat melakukan pemotretan terus-menerus, lebih dari 1000 gambar RAW12 yang tidak terkompresi hingga 10fps atau hingga 8fps dalam mode live view, baik secara shutter mekanis atau elektronik.

Alpha 7S III merupakan kamera pertama di dunia12 yang dilengkapi fitur 9,44 juta-dot (kurang lebih), 0,64 tipe Quad-XGA viewfinder elektronik dengan tampilan OLED definisi tinggi dan disempurnakan. Viewfinder Alpha 7S III menawarkan perbesaran[xx]viewfinder 0,90x, bidang pandang diagonal 41°, eyepoint setinggi 25mm untuk sudut pandang yang jelas dan distorsi rendah. Kamera ini juga tahan18 debu, kabut, dan lembab, sangat responsif, serta memiliki mode yang dapat dialihkan untuk berbagai jenis subjek. Setiap aspek dari jendela bidik Alpha 7S III telah dirancang dan disempurnakan untuk alur kerja profesional.

Untuk pertama kalinya dalam deretan kamera digital Sony, Alpha 7S III menyertakan HEIF (Format File Gambar dengan Efisiensi Tinggi) yang memungkinkan gradasi 10-bit yang halus dan teknologi kompresi mutakhir untuk menjaga kualitas gambar sekaligus secara signifikan mengurangi ukuran file dan menghemat ruang penyimpanan. Pemotretan HEIF still dalam mode ini dapat diputar ulang pada TV HDR Sony HDR (HLG) yang kompatibel melalui koneksi HDMI Tipe-A langsung dari Alpha 7S III, memberikan jarak[xxi] dinamis yang nyata.

Sistem Menu yang Diperbaiki dengan Penyempurnaan Layar Sentuh

Alpha 7S III juga dilengkapi dengan struktur menu yang direvisi untuk navigasi yang lebih mudah dan pengoperasian menu yang responsif akan sentuhan untuk kontrol yang lebih cepat dan lebih intuitif. Untuk pengguna yang mengambil gambar still ataupun merekam film, pengaturan terpisah sekarang dapat disimpan untuk foto dan pembuatan film untuk transisi cepat antara keduanya.

Kamera terbaru Sony Alpha 7S III akan segera tersedia di Indonesia pada bulan November 2020 dengan harga Rp 50.999.000 dan telah dapat mulai dipesan secara pre-order mulai tanggal 25 September – 11 Oktober 2020 di seluruh Sony Authorized Dealer.

Berita Terkait