5 Fenomena Langit yang Terjadi pada November 2022, Ada Gerhana Bulan Total

Berikut ini limafenomena langit yang bisa diamati sepanjang November 2022.

Agung Pratnyawan
Kamis, 03 November 2022 | 09:17 WIB
Gerhana bulan. (Suara.com/Arief Hermawan P)

Gerhana bulan. (Suara.com/Arief Hermawan P)

Hitekno.com - Pada bulan November 2022, akan ada sejumlah fenomena langit yang bisa teramati. Di dalamnya juga ada gerhana Bulan total yang terjadi pada bulan ini.

Dikutip tim HiTekno.com dari Suara.com, pengamat di Indonesia dapat mengamati beberapa fenomena langit yang akan terjadi sepanjang November 2022

Baca Juga: - Bagaimana Bulan Terbentuk? Begini Penjelasannya - Perlahan Bulan Menjauh dari Bumi, Apa Dampaknya? - Ilmuwan Ungkap Objek yang Bertabrakan dengan Bumi dan Menghasilkan Bulan, Ukurannya Mirip Mars - Ilmuwan Temukan Teori Baru tentang Terbentuknya Bulan, Ada Fakta Mencengangkan

Setidaknya ada lima fenomena langit yang terjadi dan bisa teramati dari Bumi, salah satunya adalah gerhana Bulan total.

Sebelumnya pada Oktober 2022, pengamat telah melihat konjungsi Bulan dan Saturnus, konjungsi Bulan dan Jupiter, Bulan purnama, hujan meteor Taurid Selatan, dan konjungsi Bulan dan Mars.

Fenomena langit pada November 2022 pun tak kalah menarik. Dilansir dari In The Sky pada Selasa (1/11/2022), berikut ini lima fenomena langit yang bisa diamati sepanjang November 2022:

1. Konjungsi Bulan dan Saturnus

Konjungsi Bulan dan Saturnus yang terjadi pada 2 November 2022. (In the Sky)
Konjungsi Bulan dan Saturnus yang terjadi pada 2 November 2022. (In the Sky)

Bulan akan terlihat seolah berdekatan dengan Saturnus di langit pada 2 November 202. Saturnus akan berada sekitar 4 derajat dari Bulan.

Pasangan ini akan mulai terlihat pada pukul 17:59 WIB dengan ketinggian 77 derajat di atas cakrawala tenggara. Keduanya kemudian akan mencapai titik tertinggi di langit pada pukul 18:30 WIB dengan ketinggian 79 derajat.

Bulan dan Saturnus akan terus dapat diamati hingga sekitar pukul 00:04 ketika tenggalam di bawah 7 derajat di atas ufuk barat.

Pengamat bisa menemukan keduanya di konstelasi Capricornus.

2. Konjungsi Bulan dan Jupiter

Konjungsi Bulan dan Jupiter pada 5 November 2022. (In the Sky)
Konjungsi Bulan dan Jupiter pada 5 November 2022. (In the Sky)

Setelah berdekatan dengan Saturnus, Bulan akan tampak dekat dengan Planet Raksasa pada 5 November 2022.

Pengamat bisa melihat Jupiter yang berada pada jarak hanya 2 derajat dari Bulan. Keduanya akan terlihat di langit malam sekitar pukul 17:59 WIB dengan ketinggian 46 derajat di atas ufuk timur.

Bulan dan Jupiter masih terus dapat diamati ketika mencapai titik tertinggi di langit pada pukul 20:52 WIB dengan ketinggian 85 derajat di atas cakrawala utara.

Sayangnya, keduanya akan tenggelam pada pukul 02:21 WIB di bawah 7 derajat di atas cakrawala barat. Bulan dan Jupiter dapat dilihat di konstelasi Pisces.

3. Gerhana Bulan total

Peta terjadinya gerhana Bulan total pada 8 November 2022. (In the Sky)
Peta terjadinya gerhana Bulan total pada 8 November 2022. (In the Sky)

Gerhana Bulan total akan terjadi pada 8 November 2022 dan Indonesia menjadi salah satu negara yang berkesempatan untuk mengamatinya.

Gerhana Bulan sendiri terjadi ketika Matahari-Bulan-Bumi berada dalam garis lurus, di mana Bumi menutupi cahaya Matahari yang seharusnya diterima Bulan.

Saat gerhana Bulan total terjadi, Bulan akan terlihat berwarna kemerahan. Hal ini terjadi karena cahaya Matahari mampu menembus atmosfer Bumi, sehingga cahaya tersebut menyinari Bulan yang berada di umbra Bumi.

Beruntung, seluruh wilayah Indonesia dapat menyaksikan fenomena gerhana Bulan total yang akan terjadi pada 8 November mendatang. Meski begitu, wilayah Indonesia timur akan menjadi lokasi pengamatan gerhana Bulan total terbaik karena fenomena ini terjadi pada sore hari.

Berikut ini waktu terjadinya gerhana Bulan total di Indonesia:

  • Bulan mulai memasuki penumbra Bumi: 15:03 WIB / 16:03 WITA / 17:03 WIT
  • Bulan mulai memasuki umbra Bumi. Gerhana sebagian dimulai: 16:10 WIB / 17:10 WITA / 18:10 WIT
  • Bulan sepenuhnya berada di dalam umbra Bumi. Gerhana Bulan total dimulai: 17:17 WIB / 18:17 WITA / 19:17 WIT
  • Puncak gerhana Bulan total: 18:00 WIB / 19:00 WITA / 20:00 WIT
  • Bulan mulai meninggalkan umbra Bumi. Gerhana total berakhir: 18:42 WIB / 19:42 WITA / 20:42 WIT
  • Bulan sepenuhnya berada di luar umbra Bumi. Gerhana sebagian berakhir: 19:49 WIB / 20:49 WITA / 21:49 WIT
  • Bulan meninggalkan penumbra Bumi: 20:56 WIB / 21:56 WITA / 22:56 WIT

Durasi gerhana Bulan total pada 8 November 2022 sekitar 85,7 menit dan gerhana ini masuk ke dalam siklus Saros 136. Dengan kata lain, fenomena ini merupakan gerhana nomor 20 dari 72 rangkaian gerhana dalam siklus tersebut.

Selain di Indonesia, gerhana Bulan total juga dapat diamati di Oseania, Amerika, negara Asia lainnya, dan Eropa Utara.

4. Konjungsi Bulan dan Mars

Konjungsi Bulan dan Mars pada 11 November 2022. (In the Sky)
Konjungsi Bulan dan Mars pada 11 November 2022. (In the Sky)

Bulan dan Planet Merah akan tampak berdekatan di langit malam pada 11 November 2022. Pada saat itu, Mars akan berada pada jarak 2 derajat dari Bulan.

Pasangan ini dapat mulai diamati pada pukul 20:54 WIB ketika mencapai ketinggian 7 derajat di atas cakrawala timur laut, kemudian mencapai titik tertinggi di langit pada pukul 02:07 WIB dengan ketinggian 59 derajat di atas cakrawala utara.

Bulan dan Mars akan dapat terus diamati sebelum menghilang pada pukul 05:09 WIB dengan ketinggian 36 derajat di atas cakrawala barat laut.

Pengamat bisa menemukan kedua pasangan ini di konstelasi Taurus.

5. Hujan meteor Taurid Utara 2022

Hujan meteor Taurid Utara pada 12 November 2022. (In the Sky)
Hujan meteor Taurid Utara pada 12 November 2022. (In the Sky)

Hujan meteor Taurid Utara aktif sejak 20 Oktober hingga 10 Desember 2022. Tetapi, hujan meteor ini menghasilkan tingkat puncak meteor pada 12 November 2022.

Selama periode ini, pengamat bisa melihat hujan meteor di konstelasi Taurus. Hujan meteor Taurid Utara baru akan terlihat pukul 18:28 WIB dan terus aktif hingga fajar menyingsing sekitar pukul 05:01 WIB.

Pancuran tersebut kemungkinan akan menghasilkan tampilan terbaiknya pada sekitar pukul 00:00 WIB, saat titik pancaran hujan meteor paling tinggi di langit.

Pancaran hujan diperkirakan akan muncul pada ketinggian puncak 61 derajat di atas cakrawala dan pengamat bisa melihat hingga empat meteor per jam.

Hujan meteor Taurid Utara sendiri berasal dari asteroid 2004 TG10. Pengamat bisa melihat hujan meteor dengan mata telanjang, selama lokasi pengamatan berada di wilayah yang bebas dari polusi cahaya.

Dengan mengetahui lima fenomena langit yang bisa diamati sepanjang November 2022, pengamat di Indonesia berkesempatan untuk melihat fenomena-fenomena indah dan menakjubkan di langit malam.

Itulah lima fenomena langit yang bisa diamati sepanjang November 2022 dari Indonesia. (Suara.com/ Lintang Siltya Utami)

Berita Terkait

TERKINI

Virus zombie yang selama ini terperangkap ini ditemukan oleh para ilmuwan di lapisan tanah yang membeku atau permafrost yang terdapa di Siberia, Rusia.
sains | 13:54 WIB
Canggih, Honda dan sejumlah pabrikan mobil lain mulai kembangkan kendaraan dengan jenis bahan bakar baru.
sains | 13:52 WIB
Gunung terbesar ini meletus akhir pekan lalu (27/11/2022). Berikut fakta uniknya.
sains | 20:23 WIB
BMKG menjelaskan kalau angin laut telah mendorong ikan kecil tersebut mengikuti arus hingga terdampar di pesisir pantai.
sains | 14:25 WIB
Perusahaan pertambangan Afrika Selatan, memperoleh kendali atas Keliber, produsen bahan kimia baterai Finlandia, dengan mengakuisisi sekitar 55% sahamnya
sains | 20:53 WIB
Collider ini membantu para ilmuwan untuk menemukan keberadaan partikel elementer Boson Higgs.
sains | 20:10 WIB
Selama ini peternakan dituding sebagai salah satu sumber polusi, khususnya peternakan sapi.
sains | 17:44 WIB
Ini adalah bukti sahih bahwa minuman beralkohol bisa menurunkan kecerdasan.
sains | 16:12 WIB
Pelaku diduga adalah anak bungsu, yang nekat memberikan racun ke minuman keluarganya.
sains | 14:47 WIB
Sesar lembang berada di kawasan Jawa Barat dan diketahui masih aktif hingga saat ini.
sains | 16:46 WIB
Menurut catatan BMKG, kemunculan gempa susulan yang terekam terus mengalami penurunan.
sains | 18:31 WIB
Bakteri yang lama terpendam di balik lapisan es, kini siap kembali merebak dan berpotensi membahayakan manusia.
sains | 21:45 WIB
Rupanya manusia punya kemiripan otak dengan gurita, apa artinya?
sains | 21:30 WIB
Apa yang membuat sumber energi ramah lingkungan malah ikut kena pajak?
sains | 21:16 WIB
Pemerintah Belanda merasa bahwa kepentingan ekonomi negara sendiri lebih penting dibanding ajakan dari Amerika Serikat untuk memboikot China.
sains | 20:30 WIB
Motor ini meniru konsep dari kendaraan roda dua jadul yang dibuat oleh pabrikan yang sama.
sains | 20:23 WIB
Langkah ini akan ditempuh untuk mengurangi adanya korban jiwa dari aparat saat ada tindak kejahatan.
sains | 20:00 WIB
Serangan ini membuat instansi terkait terpaksa mengandalkan generator diesel.
sains | 19:42 WIB
Tampilkan lebih banyak