Sains

China Luncurkan Satelit Komunikasi Baru Guna Mendukung Stasiun Luar Angkasa Tiangong

Satelit ini untuk memfasilitasi komunikasi secara real time, termasuk tautan video langsung antara ilmuwan di permukaan Bumi dan stasiun luar angkasa Tiangong.

Agung Pratnyawan

Roket Long March 5. (Wikipedia/ Huang Zhu)
Roket Long March 5. (Wikipedia/ Huang Zhu)

Hitekno.com - Dalam rangka mendukung proyek stasiun luar angkasa Tiangong, China telah meluncurkan satelit komunikasi baru. Satelit ini telah diluncurkan China pada Selasa (12/7/2022).

Diwartakan Suara.com, satelit baru sebagai relai data ini telah diterbangkan ke orbit geostasioner. Yang nantinya akan proyek stasiun luar angkasa berawak China yang bernama Tiangong.

Pesawat ruang angkasa Tianlian 2(03) diluncurkan menggunakan roket Long March 3B dari Pusat Peluncuran Satelit Xichang di China barat daya pada Selasa (12/7/2022).

Setelah berada di orbit geostasioner dengan jarak 35.786 kilometer di atas Bumi, satelit akan terkoneksi dengan dua pesawat Tianlian 2 lainnya.

Satelit ini untuk memfasilitasi komunikasi secara real time, termasuk tautan video langsung antara ilmuwan di permukaan Bumi dan stasiun luar angkasa Tiangong yang sedang dibangun.

Tianlian 2(03). [Weiqin]
Tianlian 2(03). [Weiqin]

Dilansir dari Space.com, Jumat (15/7/2022), Tiangong saat ini menjadi tuan rumah bagi tiga astronaut dalam misi Shenzhou 14.

Ketiganya akan memberikan pelajaran sains yang disiarkan langsung untuk siswa di sekolah-sekolah di China dengan bantuan dari satelit Tianlian.

China sebelumnya meluncurkan satelit relai seri Tianlian 1 pertamanya pada April 2008.

Satelit pertama dari generasi kedua yang lebih maju dari satelit Tianlian 2 diluncurkan pada 2019 dan Tianlian 2 (02) diluncurkan akhir tahun lalu.

Ketiga satelit berada di orbit geostasioner tetapi memberikan cakupan di berbagai wilayah di dunia karena Tiangong mengorbit Bumi 16 kali per hari.

Long March 3B. [Weiqin]
Long March 3B. [Weiqin]

Satu satelit Tianlian akan memberikan dukungan komunikasi hingga 30 menit setiap kali, sebelum stasiun ruang angkasa bergerak ke jangkauan satelit lain.

China telah meluncurkan 23 misi orbit pada tahun ini, dengan China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC) merencanakan lebih dari 50 penerbangan secara keseluruhan pada 2022.

Akhir bulan ini, China berencana untuk mengirim modul kedua stasiun luar angkasa bernama Wentian untuk bergabung dengan modul inti Tiangong.

Itulah laporan terkini dari upaya China menggarap proyek stasiun luar angkasa Tiangong dengan meluncurkan satelit komunikasi baru. (Suara.com/ Lintang Siltya Utami).

Berita Terkait