Sains

Menurut BMKG, Sulawesi Barat Termasuk Daerah Rawan Gempa

Data BMKG mencatat tingginya kejadian gempa dan tsunami.

Agung Pratnyawan

Logo BMKG. (BMKG)
Logo BMKG. (BMKG)

Hitekno.com - Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Sulawesi Barat yang belum lama ini diguncang gempa memang termasuk salah satu wilayah rawan gempa dan tsunami di Pulau Sulawesi.

Bahkan menurut BMKG, Sulawesi Barat termasuk kawasan yang aktif gempanya. Mulai dari pantai barat Sulbar sampai di Mandar.

"Di sini adalah kawasan seismik yang aktif dan baik itu di pantai barat Sulbar maupun sampai di Mandar ini semua adalah kawasan yang sangat aktif gempanya," kata Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam diskusi virtual yang diselenggarakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dipantau dari Jakarta pada Senin (1/2/2021).

Tidak hanya Sulbar, ujar Daryono, hampir seluruh Pulau Sulawesi bisa dikatakan sebagai daerah rawan gempa dengan daerah sekitar Makassar di Sulawesi Selatan yang memiliki tingkat kerawanan rendah.

Gempa dan tsunami sendiri bukanlah baru satu kali terjadi di daerah Majene dan Mamuju di Sulbar dengan BMKG mencatat sebelumnya sudah tujuh kali terjadi gempa besar merusak, tidak menghitung gempa-gempa kecil.

Ilustrasi gempa. (Pixaba)
Ilustrasi gempa. (Pixaba)

Pada 1967 dan 1969 terjadi gempa dan tsunami di kedua kawasan tersebut dengan masing-masing berkekuatan magnitudo 6,3 dan 6,9 yang menyebabkan puluhan orang meninggal dunia.

Gempa juga terjadi di wilayah sekitar Majene dan Mamuju pada 1972, 1984 dan 2020, sebelum gempa mengguncang kembali wilayah itu pada 14 Januari 2021 dan 15 Januari 2021.

"Setelah saya hitung secara statistik ringan maka gempa-gempa yang signifikan di sini itu pengulangannya sekitar 10,8 tahun. Jadi tidak sampai 11 tahun sudah terjadi pengulangan gempa-gempa yang signifikan di daerah itu, berdasarkan data tujuh gempa merusak yang umurnya pendek itu," kata Daryono.

Sementara itu di daerah dan Sulawesi dan sekitarnya sudah terjadi gempa kuat sebanyak 69 kali dengan 25 di antaranya memicu tsunami.

Tidak hanya itu di daerah pantai barat Sulawesi dari Tolitoli sampai Tinambung sudah ada lebih dari sembilan kali tsunami, selain terjadi gempa yang merusak.

"Ini adalah sebuah cerminan bahwa kawasan Pulau Sulawesi itu adalah sebuah kawasan yang sangat rawan gempa dan tsunami," tegasnya.

Itulah penjelasan BMKG yang memasukkan Sulawesi Barat sebagai wilayah yang rawan gempa, bahkan salah satu yang paling rawan di Pulau Sulawesi. (Suara.com/ Liberty Jemadu).

Berita Terkait