Sains

Arkeolog Temukan Batu dengan Ukiran Kuda Tanpa Kepala Berusia 12.000 Tahun

Selain menemukan ukiran kuda, para arkeolog juga menemukan dua hewan lainnya yang berukuran lebih kecil dari batu yang ditemukan ini.

Agung Pratnyawan | Amelia Prisilia

Ukiran kuda di batu berusia 12.000 tahun. (DENIS GLIKSMAN/INRAP)
Ukiran kuda di batu berusia 12.000 tahun. (DENIS GLIKSMAN/INRAP)

Hitekno.com - Para arkeolog belum lama ini menemukan batu dengan ukiran kuda tanpa kepala yang berusia 12.000 tahun. Penemuan ini berada di Bordeaux, Prancis. Banyak yang menduga hasil ukiran tersebut adalah karya seniman Zaman Batu.

Dilansir dari BBC, tidak hanya ukiran kuda, para arkeolog juga menemukan ukiran empat hewan lainnya.

Ukiran pada batu pasir ini terukir di atas batu berukuran 25 kali 18 sentimeter dan didekorasi dengan gambar geometris yang mengililingi setiap hewan tersebut.

Dekorasi geometris ini menandakan bahwa batu pasir tersebut berasal dari industri Azilian. Azilian sendiri merupakan nama kebudayaan pengguna alat batu di Eropa. Nama ini diberikan oleh para arkeolog.

Industri ini berkembang pada masa akhir Paleolitikum dan awal Mesolitikum.

Saat itu, manusia menggunakan alat-alat yang terbuat dari batu kecil untuk menjadi pegangan yang terbuat dari tulang dan tanduk.

Bagian lempengan batu tersebut sudah rusak sehingga ukiran kuda terlihat tanpa kepala.

Ukiran kuda di batu berusia 12.000 tahun. (DENIS GLIKSMAN/INRAP)
Ukiran kuda di batu berusia 12.000 tahun. (DENIS GLIKSMAN/INRAP)

 

Selain menemukan ukiran kuda, para arkeolog juga menemukan dua hewan lainnya yang berukuran lebih kecil dari batu yang ditemukan ini.

Menurut dugaan, dua hewan tersebut adalah rusa dan kuda lainnya.

Dari batu tersebut juga terlihat ukiran aurochs yang merupakan leluhur sapi modern. Hewan ini merupakan ternak yang telah punah.

Di sisi lain, lempengan batu ini juga berisi garis-garis yang memperlihatkan bagian belakang kuda.

Ukiran kuda di batu berusia 12.000 tahun. (DENIS GLIKSMAN/INRAP)
Ukiran kuda di batu berusia 12.000 tahun. (DENIS GLIKSMAN/INRAP)

 

Melihat dari lokasi penemuan batu dengan ukiran hewan ini, para arkeolog memprediksi bahwa lokasi tersebut digunakan oleh para pemburu dari industri Azilian sebagai dapur dan tempat makan daging.

Hal ini karena pada lokasi tersebut ditemukan bekas perapian dan tumpukan kerikil yang digunakan untuk keperluan memasak.

Di lokasi yang sama, para arkeolog juga menemukan panah dan potongan batu api.

Menurut rencana, penemuan batu dengan ukiran kuda tanpa kepala berusia 12.000 tahun ini akan dipamerkan di museum lokal pada 15 Juni 2019, besok hari.

Berita Terkait