China Larang Mahasiswa Kuliah Online dengan Universitas Asing

Mahasiswa China diminta untuk kembali ke Universitas asing tempat belajar, bukan kuliah online.

Agung Pratnyawan
Kamis, 02 Februari 2023 | 19:47 WIB
Ilustrasi kuliah online. (Pixabay)

Ilustrasi kuliah online. (Pixabay)

Hitekno.com - Pemerinta China melarang warganya untuk kuliah online dari universitas luar negeri. Para mahasiswa langsung diminta untuk kembali ke tempat mereka belajar.

Dilaporkan ABC.net.au, Pemerintah China telah mengeluarkan perintah untuk mahasiswa yang kuliah online dengan universitas asing kembali ke kelas tatap muka.

Seperti kisah Karen Zhang, mahasiswa jurusan keuangan University of New South Wales dari Provinsi Guangdong, China.

Baca Juga: Susul Belanda dan Jepang, India Ikut Kubu AS dalam Perang Teknologi Lawan China

Ia mengaku kaget ketika disurung kembali ke Australia sebelum perkuliahan dimulai pada 20 Februari 2023 mendatang.

Karen menyampaikan kalau masalah terbesar yang dialaminya kini adlaah soal akomodasi. Bagaimana ia bisa mendapatkan akomodasi dalam waktu singkat.

"Rencana hidup saya langsung terganggu. Saya sudah punya rencana bekerja magang di China karena sudah mendapat tawaran," ucapnya dimuat ABC.net.au.

Baca Juga: Sanksi Huawei Diperberat Barat, China Pasang Badan

"Saya harus membatalkan semuanya dan berusaha segera datang ke Australia," tambahnya.

Pemerintah China melarang warganya yang jadi mahasiswa di universitas asing mengikuti kuliah online.

Mereka diminta kembali ke universitas dan tempat perkuliahan masing-masing untuk mengikuti kuliah tatap muka.

Baca Juga: Memanas, Jepang dan Belanda akan Ikut di Perang Semikonduktor Melawan China

Akibatnya, lebih dari 40.000 mahasiswa China harus segera kembali ke Australia untuk kuliah tatap muka, karena jika tidak gelar dan pendidikan mereka terancam tidak diakui di China.

Tanggapan Australia

Wakil Dirut Group of Eight Universities di Australia, Matthew Brown menilai kebijakan pemerintah China tersebut membuat universitas kaget.

Baca Juga: Kuliah Online Picu Ketimpangan Akses Bagi Mahasiswa Miskin, Kenapa?

Menurut Dr Brown, langkah yang tidak terduga ini berdampak sangat besar bagi sekitar 100.000 mahasiswa China yang saat ini belajar di delapan universitas peringkat teratas di Australia.

"Kami sebenarnya sudah merencanakan untuk memanggil kembali mahasiswa ke kampus tahun ini. Tapi pengumuman mendadak ini terjadi tanpa pemberitahuan apa pun," katanya.

Menurutnya keputusan ini bisa berdampak pada pengurusan visa, tiket pesawat, dan tempat tinggal yang kondisinya semakin ketat saat ini.

"Saya pikir hal ini akan sangat menyulitkan mahasiswa," ujar Dr Brown.

Direktur Asosiasi Pendidikan Internasional Australia, Phil Honeywood menyampaikan kalau pemerintah China tidak nyaman dengan kuliah online dibandingkan dengan kuliah tatap muka di kelas.

Dia mengatakan Pemerintah Australia harus mengerahkan sumber daya untuk memproses permintaan visa pelajar asal China agar semua permasalahan ini bisa teratasi.

"Pihak universitas kita siap untuk menghadapinya," katanya.

Berita Terkait
TERKINI

Rencana Transaksi ini masih dalam tahap evaluasi awal, di mana Axiata dan Sinar Mas memiliki tujuan untuk tetap menjadi ...

internet | 10:12 WIB

Selain di Jakarta, Nobar Warga Grab tahun ini juga diadakan di Malang, Samarinda, Kediri, Gorontalo, Mataram, Pontianak,...

internet | 10:36 WIB

Dell APEX Cloud Platform for Red Hat OpenShift ini merupakan hasil kerja sama Dell dan Red Hat....

internet | 10:34 WIB

Garmin Run ini akan berlangsung pada 29 September 2024 mendatang di ICE BSD, Tangerang....

internet | 10:25 WIB

Jaringan internet yang ditawarkan HSPnet berkapasitas tinggi hingga 6 Tb/s....

internet | 10:48 WIB

Intel juga mengumumkan jajaran sistem-sistem AI baru yang skalabel dan terbuka, produk-produk generasi berikutnya dan ko...

internet | 18:50 WIB

Seluruh transaksi di acara JakCloth Ramadan 2024 akan menggunakan QRIS dan transfer bank melalui BI FAST....

internet | 14:12 WIB

PointStar menyatakan dukungannya terhadap misi pemerintah dengan memungkinkan integrasi seluruh proses bisnis organisasi...

internet | 17:09 WIB

Grab menjadi perusahaan teknologi pertama yang menerima Sertifikat Penetapan Program Kepatuhan Persaingan Usaha dari KPP...

internet | 17:15 WIB

Seminar di UI memfokuskan pada perkembangan terkini dalam ilmu data, komputasi super, AI generatif, dan etika AI....

internet | 21:26 WIB

Dalam acara ini, peserta bertukar pendapat mengenai tren saat ini dan prospek masa depan AI dalam pendidikan....

internet | 16:31 WIB

Aplikasi Merchant BCA ini didesain sebagai solusi untuk memberdayakan bisnis dari berbagai skala....

internet | 09:36 WIB

Keberadaan CCTV selama ini nyatanya tak cukup mencegah aksi kejahatan....

internet | 12:24 WIB

Berdasarkan feedback pengguna, Samsung akan menyediakan opsi dan pengalaman yang semakin ditingkatkan melalui SamsungGal...

internet | 20:46 WIB

Nuon Digital Indonesia menjajakibisnis baru dan melakukan inovasi pada produk-produk andalannya....

internet | 17:48 WIB

Perubahan nama ini merupakan langkah strategis Google untuk menggabungkan chatbot Bard dan layanan AI lainnya di bawah s...

internet | 18:15 WIB

Program AI TEACH for Indonesia merupakan program pengembangan kapasitas yang bertujuan untuk mengembangkan lanskap pendi...

internet | 17:14 WIB
Tampilkan lebih banyak