Sains

Asteroid Bennu, Benda Luar Angkasa Berbahaya yang Jadi Penelitian NASA

Sampel dari asteroid Bennu ini menjadi sampel kosmik terbesar yang dibawa ke Bumi oleh NASA.

Amelia Prisilia

Asteroid Bennu. (instagram/NASA)
Asteroid Bennu. (instagram/NASA)

Hitekno.com - NASA mencetak sejarah dengan berhasil mengambil sampel dari permukaan asteroid Bennu untuk kemudian diteliti di Bumi. Tidak banyak yang tahu, rupanya asteroid tersebut masuk dalam kategori benda luar angkasa yang berbahaya.

Sebagai informasi, misi pengambilan sampel asteroid Bennu ini bernama OSIRIS-REx dan dilakukan sejak September 2016 lalu. Misi senilai 800 juta dolar AS ini baru mendarat di asteroid Bennu pada Desember 2018 lalu.

Dalam misi OSIRIS-REx ini, NASA berhasil membawa kapsul berisi sampel di Gurun Utah. Tim misi memprediksi OSIRIS-REx setidaknya mengumpulkan 60 gram sampel, jumlah minimum yang ditargetkan.

Melansir dari Space.com, sampel dari asteroid Bennu ini menjadi sampel kosmik terbesar yang dibawa ke Bumi oleh NASA menyusul datangnya batuan Bulan pada tahun 1969 sampai 1972 lalu.

Alasan para ilmuwan berupaya membawa sampel asteroid Bennu kembali ke Bumi karena ingin mempelajarinya secara mendalam. Para ilmuwan percaya bahwa asteroid ini begitu kaya akan karbon yang berperan dalam memicu kehidupan Bumi di awal.

Asteroid Bennu. (NASA)
Asteroid Bennu. (NASA)

Dilansir dari NASA, ada beberapa hal yang perlu dipahami mengenai asteroid Bennu. Asteroid Bennu dipercaya sebagai benda luar angkasa yang berpotensi berbahaya bagi Bumi.

Asteroid Bennu mengandung karbon yang memantulkan sekitar 4 persen cahaya. Benda luar angkasa ini belum mengalami perubahan drastis yang mengubah komposisinya. Hal ini lalu membuat asteroid tersebut begitu gelap dan pekat.

Para ilmuwan percaya jika asteroid Bennu terbentuk dalam 10 juta tahun pertama dari sejarah tata surya. Dipercaya asteroid ini terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu.

Asteroid Bennu. (NASA)
Asteroid Bennu. (NASA)

Fakta lain dari asteroid Bennu adalah bahwa benda luar angkasa ini terbuat dari banyak potongan puing berbatu yang dikompresi oleh gravitasi. Permukaan asteroid ini penuh dengan lubang dengan 20 hingga 40 persen volumenya adalah ruang kosong.

Asteroid Bennu memiliki peluang 1 banding 2.700 untuk menabrak Bumi di tahun 2175 dan 2199. Hal ini yang lalu membuat penelitian terkait asteroid Bennu ini penting untuk dilakukan oleh NASA guna mengetahui penanganan andai asteroid ini menabrak Bumi.

Berita Terkait