Sains

Penjelasan BMKG: Pemicu Gempa Sukabumi Mirip dengan Gempa Malang

Gempa Sukabumi sendiri adalah gempa kedua yang guncangannya signifikan dirasakan masyarakat.

Agung Pratnyawan

Ilustrasi gempa. (pixabay/Tumisu)
Ilustrasi gempa. (pixabay/Tumisu)

Hitekno.com - Gempa Sukabumi dilaporkan terjadi kemarin, Selasa (27/4.2021) sekitar pukul 16.23 WIB merupakan gempa signifikan kedua di selatan Jawa pada hari yang sama. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun memberikan penjelasan soal gempa bumi ini.

Mernurut BMKG, gempa Sukabumi ini memiliki mekanisme pemicu gempa ini mirip dengan gempa Malang pada 10 April lalu.

Daryono, Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, dalam korespondensi via pesan singkat pada Selasa malam, menjelaskan bahwa gempa Sukabumi, yang magnitudonya 5,0 (awalnya disebut 5,6), merupakan gempa siginifikan kedua di pantai selatan Jawa hari ini.

"Gempa ini adalah gempa yang kedua yang guncangannya signifikan oleh masyarakat dan terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa, karena tadi pagi pukul 10.22.59 WIB juga terjadi gempa dengan magnitudo 4,6 yang berpusat di laut pada jarak 91 km arah baratdaya Gunungkidul, Yogyakarta, dengan kedalaman 24 km dirasakan di Gunung Kidul, Bantul, dan Sleman," jelas Daryono.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa gempa sore ini, yang pusatnya sekitar berjarak 89 kilometer selatan Sukabumi, merupakan jenis gempa dangkal yang diduga dipicu adanya penyesaran/patahan dalam Lempeng Indo-Australia.

Logo BMKG. (BMKG)
Logo BMKG. (BMKG)

 

"Sehingga gempa ini dapat disebut sebagai gempa intraslab (oceanic intraslab earthquake) seperti halnya gempa 6,1 yang terjadi di selatan Jawa Timur pada 10 April 2021 lalu," beber Daryono.

Ia melanjutkan bahwa gempa ini memiliki mekanisme sumber berupa pergerakan geser atau mendatar (strike-slip fault). Selain itu, gempa Sukabumi ini juga tak berpotensi tsunami karena hiposenternya relatif dalam, dengan kekuatan yang relatif kecil untuk dapat menciptakan deformasi lantai samudra dan mengganggu kolom air laut.

Hingga petang ini pukul 17.05 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan ( aftershock ).

Gempa Sukabumi sendiri adalah gempa kedua yang guncangannya signifikan oleh masyarakat dan terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa, karena tadi pagi pukul 10.22.59 WIB juga terjadi gempa dengan magnitudo 4,6 yang berpusat di laut pada jarak 91 km arah baratdaya Gunungkidul, Yogyakarta, dengan kedalaman 24 km dirasakan di Gunung Kidul, Bantul, dan Sleman.

Itulah penjelasan BMKG soal gempa Sukabumi yang ternyata memiliki kesamaan pemicu dengan gempa Malang pada April silam. (Suara.com/ Liberty Jemadu).

Berita Terkait