Gadget

Hasil Riset Zepp Health, Terungkap Kualitas Tidur di Berbagai Negara

Secara global terjadi penurunan durasi tidur, lalu bagaimana dengan Indonesia.

Agung Pratnyawan

Pantau kualitas tidur dengan smartwatch Amazfit. (dok. Amazfit)
Pantau kualitas tidur dengan smartwatch Amazfit. (dok. Amazfit)

Hitekno.com - Zepp Health baru saja mengeluarkan hasil riset kualitas tidur harian di beberapa negara dan kaitannya dengan kesehatan. Terungkap durasi tidur orang secara global mengalami penurunan. Lalu bagaimana dampaknya pada kesehatan?

Sebagai diketahui, tidur yang cukup selain bisa memberikan dampak langsung seperti bangun tidur lebih berenergi dan fit, menjaga kondisi mood, menjaga berat badan, menjaga kadar gula darah, cukup tidur juga baik untuk menjaga daya tahan kekebalan tubuh dan fungsi otak.

Hal ini tentunya akan membantu kita menjadi lebih produktif, meningkatkan daya ingatan, lebih fokus dan lebih konsentrasi dalam menyelesaikan pekerjaan sehari-hari.

Tapi tahukah kamu berapa jumlah waktu yang dibutuhkan untuk waktu tidur yang ideal dan kenyataan yang terjadi di negara-negara lain di dunia terkait dengan jumlah rata-rata konsumsi waktu tidur dari masyarakat di masing-masing negara tersebut?

Dalam riset dan studi Zepp Health ini, diukur jumlah rata-rata tidur harian di beberapa negara dan kaitanya dengan kesehatan. Dalam hasil risetnya ditemukan bahwa durasi waktu tidur per hari seseorang sangat menentukan dan berkaitan erat dengan index kesehatan seperti BMI, tensi jantung, hingga rata-rata tingkat stress seseorang.

Selain itu, Zepp Health juga menemukan bahwa terdapat hubungan yang erat antara jumlah langkah kaki harian seseorang dengan kualitas dan jumlah tidur seseorang serta kaitanya terhadap kesehatan jantung.

Penelitian terkait kualitas tidur yang dilakukan oleh Zepp Health secara global menemukan, setidaknya di 2021 rata-rata durasi tidur seseorang adalah 7 Jam 9 menit, terjadi penurunan sebanyak 2 menit jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Dan menariknya, pria jauh lebih cepat dalam durasi tidur jika dibandingkan dengan wanita, terdapat sekitar 15 menit lebih cepat. Data ini diambil dari total sample penduduk di dunia, dan menariknya Indonesia berada di posisi terendah dibandingkan beberapa negara di dunia terkait dengan rata-rata durasi tidur harian penduduknya.

Rata-rata orang di Indonesia hanya tidur sebanyak 6 Jam 36 Menit setiap harinya, dan masih berada di bawah jepang dengan durasi tidur rata-rata penduduknya sebanyak 6 Jam 44 Menit dan Malaysia dengan durasi rata-rata tidur penduduknya sebanyak 6 Jam 46 menit.

Sedangkan negara Belgia, Republik Irlandia, dan Belanda adalah 3 negara teratas dengan jumlah durasi rata-rata tidur penduduknya, yaitu 7 Jam 30 menit. Secara global penduduk di dunia pun dinyatakan kurang tidur atau tidur dibawah 7 jam sehari selama 59 hari dalam setahun. Hal ini meningkat sebanyak 7 hari jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Lantas apa kaitannya kurang tidur dan dampak langsungnya terhadap kesehatan? Menurut hasil riset dari Zepp Health, setelah 7-8 jam beristirahat, tingkat BMI, detak jantung, dan skor tidur seseorang menunjukan hasil yang positif dan jauh lebih baik jika dibandingkan dengan mereka yang tidur dibawah 7 jam.

Selain itu masing-masing individual yang tidur 7-8 jam setiap harinya menunjukan tingkat stress mereka berada di level rileks. Detak jantung mereka pun berada pada titik paling optimum ketika tidur di antara 7 jam sehari.

Zepp Health juga memiliki temuan akan korelasi antara jumlah langkah kaki saat berjalan kaki setiap harinya mampu meningkatkan kualitas tidur seseorang. Setidaknya mereka yang setiap harinya secara konsisten berjalan kaki sebanyak 8000 hingga 16000 langkah, memiliki tingkat kualitas tidur yang tertinggi.

Info terkait riset yang dilakukan zepp health bs di akses lebih lanjut DI SINI

Lantas bagaimana cara kita agar dapat terus mampu memonitor kesehatan, kualitas tidur hingga kegiatan olahraga harian kita? Amazfit selaku perusahaan pengembang perangkat kesehatan harian memiliki produk smartwatch dengan segudang fitur yang mampu mengukur tingkat stress, jumlah langkah harian, BMI, hingga membaca kualitas tidur harian kita.

Melalui lini produknya seperti Bip U series, GT2, GTS 2 mini, Trex series, hingga lini produk terbarunya GT3, memiliki beberapa fitur utama yang mampu memantau beberapa poin penting kesehatan tersebut melalui teknologi somnuscare.

Teknologi Somnuscare bermula dari pengembangan fitur biotracker 2 dimana pada masa pengembangan generasi pertamanya pengguna dapat merekam tahap tidur dasar ringan, dalam, dan waktu bangun, detak jantung tidur mereka, dan diberikan skor tidur untuk meringkas seberapa baik mereka tidur.  Mereka juga dapat menerima rekomendasi tentang cara meningkatkan kebiasaan tidur.

Lalu pada Mesin generasi kedua menambahkan kemampuan bagi pengguna untuk melacak tahap tidur REM, dan - dalam kombinasi dengan mesin pemantau oksigen darah OxygenBeats - kualitas pernapasan tidur mereka.

Itu juga yang membuat Amazfit menonjol di pasar dengan penambahan pelacakan tidur siang, yang tidak terlalu umum di jam tangan pintar lain yang tersedia.

Lalu dengan generasi ketiga mesin pemantau tidur AI apada smartwatch Amazfit GTR 3 dan GTS 3, pengguna kini juga dapat melacak laju pernapasan mereka selama tidur malam - yang merupakan parameter kesehatan penting yang sering diabaikan, dan tidak umum di industri jam tangan pintar.

Produk Amazfit dapat ditemukan di official store ecommerce, dan khusus pembelanjaan di shopee dan tokopedia selama bulan ramadan bisa berkesempatan mendapatkan potongan harga hingga Rp.1.350.000 dan diskon belanja hingga 55%.

Berita Terkait