Pengertian Berpikir Ilmiah dan Bagaimana Caranya, Simak di Sini

Apa maksud dari berpikir ilmiah? Ternyata begini penjelasannya.

Cesar Uji Tawakal
Jum'at, 11 November 2022 | 16:47 WIB
Ilustrasi berpikir. (HACKZHUB)

Ilustrasi berpikir. (HACKZHUB)

Hitekno.com - Apa yang dimaksud dengan berpikir ilmiah? Sains adalah disiplin luas yang mempelajari secara sistematis untuk memperoleh pengetahuan tentang alam dan dunia fisik melalui pengamatan, penyelidikan, penalaran, dan pengujian.

Berpikir ilmiah adalah proses mengkaji ide-ide menggunakan ilmu pengetahuan, pengamatan, dan proses penyelidikan dan mengujinya untuk mendapatkan pengetahuan.

Baca Juga: - 5 Turnamen Esports Terpopuler Oktober 2022: MPL ID Season 10 Nomor Satu, The International Peringkat Ketiga - Bantu Nunggu Warung, Momen Kucing Ketiduran Ini Bikin Netizen Ngakak - 7 Kamera Smartphone Terbaik: Rekomendasi Bulan November 2022 yang Bikin Ngiler

Tujuannya adalah untuk membuat hasil pengetahuan yang mungkin bermakna bagi ilmu pengetahuan. Metode ilmiah adalah bagaimana para ilmuwan dan peneliti menerapkan pemikiran ilmiah mereka.

Metode ilmiah adalah serangkaian langkah (atau metode) yang harus diikuti ketika melakukan penelitian atau eksperimen dilansir tim HiTekno.com dari lama Study.com.

Metode ini merupakan cara yang terorganisir untuk mempelajari sesuatu, dirumuskan ke dalam langkah-langkah yang mengandalkan pengamatan, logika, penalaran, dan pengujian eksperimental sebagai cara untuk mempelajari suatu fenomena atau melakukan penelitian. Pemikiran dan metodologi ilmiah penting karena meminimalkan bias yang terbentuk sebelumnya.

Ilmuwan membatasi bias dengan menggunakan objektivitas untuk mengamati dan menganalisis subjek atau fenomena yang sedang dipelajari dan hanya menggunakan bukti untuk mendukung atau memalsukan hipotesis.

Dengan hanya menggunakan bukti terdokumentasi untuk mendukung atau memalsukan klaim, ilmuwan dan peneliti lain dapat mereplikasi eksperimen untuk mendapatkan hasil yang sama.

Ilustrasi eksperimen sains. (Pexels)
Ilustrasi eksperimen sains. (Pexels)

Cara Berpikir Ilmiah

Metode ilmiah dikenal untuk berpikir secara ilmiah. Proses metode ilmiah adalah mengajukan pertanyaan, melakukan pengamatan, membentuk hipotesis dan prediksi, dan akhirnya menguji hal yang sama untuk membuat kesimpulan.

Sementara metode ini tampaknya mengalir dari satu langkah ke langkah berikutnya, dalam kehidupan nyata, ini adalah proses berulang.

Itu berarti di hampir semua titik dalam proses, itu berulang atau berputar kembali dengan sendirinya.

Misalnya, pengujian dapat menyebabkan pengamatan tak terduga yang dapat membuat siklus berulang lagi dengan hipotesis baru yang tidak terduga.

Kadang-kadang pengamatan dilakukan sebelum pertanyaan diajukan, dan kemudian hipotesis terbentuk.

Metode ilmiah dapat ditempa dan tidak linier, tetapi, bagaimanapun, ini adalah metodologi yang ketat.

Pemikiran Ilmiah dan Keingintahuan

Berpikir ilmiah adalah jenis pencarian pengetahuan yang melibatkan pencarian informasi yang disengaja, termasuk mengajukan pertanyaan, menguji hipotesis, melakukan pengamatan, mengenali pola, dan membuat kesimpulan (Kuhn, 2002; Morris et al., 2012).

Banyak penelitian menunjukkan bahwa anak-anak terlibat dalam proses pencarian informasi ini sejak dini melalui perilaku bertanya dan eksplorasi.

Faktanya, anak-anak cukup mampu dan efektif dalam mengumpulkan informasi yang dibutuhkan melalui pertanyaan mereka dan dapat bernalar tentang keefektifan pertanyaan, menggunakan informasi probabilistik untuk memandu pertanyaan mereka, dan mengevaluasi siapa yang harus mereka tanyakan untuk mendapatkan informasi, di antara keterampilan terkait lainnya.

Meskipun konteks pendidikan formal biasanya memberi siswa pertanyaan untuk dijelajahi atau langkah-langkah yang harus diikuti untuk "melakukan sains," pemikiran ilmiah anak-anak didorong oleh rasa ingin tahu alami tentang dunia di sekitar mereka, dan keinginan untuk memahaminya dan menghasilkan pertanyaan mereka sendiri tentang dunia. (Chouinard et al., 2007; Duschl et al., 2007; French et al., 2013; Jirout dan Zimmerman, 2015).

Itulah penjelasan singkat mengenai berpikir ilmiah dan bagaimana cara berpikir ilmiah. Semoga informasi di atas bermanfaat.

Kontributor: Pasha Aiga Wilkins

Berita Terkait

TERKINI

Satelit Starlink telah menimbulkan bahaya bagi pesawat ruang angkasa lain yang mengorbit serta orang-orang di darat, kok bisa?
sains | 18:39 WIB
Mineral ini belum bisa diklasifikasikan jenisnya, belum pernah ada di alam?
sains | 18:16 WIB
Biar makin tahu, simak sederet fakta unik terkait pembelahan sel, kali aja butuh contekan ujian.
sains | 11:13 WIB
Gempa ini juga terasa sampai Yogyakarta.
sains | 20:44 WIB
BMKG sering menampilkan skala MMI pada peringatan saat gempa terjadi.
sains | 18:27 WIB
Ada tujuh fasilitas nuklir di Cianjur yang dipastikan dalam kondisi aman saat ini.
sains | 11:13 WIB
Traktor tersebut dapat mengumpulkan dan menganalisis data tanaman setiap hari dan dapat memproses data dari alat saat ini dan generasi berikutnya yang dilengkapi dengan sensor dan pencitraan
sains | 21:01 WIB
Fosil ini diduga merupakan spesies lain yang berhubungan dengan Tyrannosaurus rex.
sains | 20:36 WIB
Angkatan Luar Angkasa Amerika Serikat sedang merancang sistem peringatan dini serangan, tapi bukan untuk mewaspadai alien. Lantas siapa yang diwaspadai?
sains | 20:26 WIB
Banyak hujan meteor yang akan meramaikan Desember 2022, juga ada beberapa fenomena langit lainnya.
sains | 09:47 WIB
Ilmuwan temukan cara untuk memprediksi stroke dan serangan jantung, AI dan sinar X jadi solusi.
sains | 00:21 WIB
Virus zombie yang selama ini terperangkap ini ditemukan oleh para ilmuwan di lapisan tanah yang membeku atau permafrost yang terdapa di Siberia, Rusia.
sains | 13:54 WIB
Canggih, Honda dan sejumlah pabrikan mobil lain mulai kembangkan kendaraan dengan jenis bahan bakar baru.
sains | 13:52 WIB
Gunung terbesar ini meletus akhir pekan lalu (27/11/2022). Berikut fakta uniknya.
sains | 20:23 WIB
BMKG menjelaskan kalau angin laut telah mendorong ikan kecil tersebut mengikuti arus hingga terdampar di pesisir pantai.
sains | 14:25 WIB
Perusahaan pertambangan Afrika Selatan, memperoleh kendali atas Keliber, produsen bahan kimia baterai Finlandia, dengan mengakuisisi sekitar 55% sahamnya
sains | 20:53 WIB
Collider ini membantu para ilmuwan untuk menemukan keberadaan partikel elementer Boson Higgs.
sains | 20:10 WIB
Selama ini peternakan dituding sebagai salah satu sumber polusi, khususnya peternakan sapi.
sains | 17:44 WIB
Tampilkan lebih banyak