Geek

Salah Satu Plot Twist Dr Stone Ternyata Bertentangan dengan Sains

Anime Dr Stone yang biasanya menampilkan ilmu sains, malah ada plot twist yang bertentangan.

Agung Pratnyawan

Dr Stone. (IMDB)
Dr Stone. (IMDB)

Hitekno.com - Tahukah kamu jika ada salah satu plot twist Dr Stone yang ternyata bertentangan dengan Sains? Buat para penonton anime ini harus mengetahuinya, seperti dirangkum tim HiTekno.com dari CBR.

Seperti yang diketahui, Dr Stone adalah cerita manga dan anime yang bertujuan untuk menggambarkan sains dengan cara yang lebih menghibur daripada harus belajar di sekolah.

Dengan protagonis Senku Ishigami yang ahli dalam fisika, kimia, kedokteran, dan bidang subjek lainnya, tim penulis (Riichiro Inagaki dan Boichi) melakukan yang terbaik untuk menggambarkan sains seakurat mungkin.

Meski demikian, demi narasi cerita yang luar biasa, akurasi ilmiah kadang-kadang dipikirkan belakangan.

Salah satu contoh terbesar Dr Stone terjadi di Musim 1, tepatnya setelah Senku mempelajari sejarah Desa Ishigami.

Meskipun ia menjadi ketua dengan memenangkan Grand Bout, ternyata posisi itu adalah hak karena dia anak sulung. Ya, karena semua orang di desa adalah keturunan ayah Senku dan lima orang lainnya.

Dalam hal beat cerita, idenya tidak terlalu mengada-ada. Ini adalah tentang bertahannya sekelompok kecil manusia di tengah invasi makhluk luar angkasa.

Namun secara ilmiah, ini tidak mungkin. Desa Ishigami tidak akan bertahan selama itu dengan hanya menyisakan beberapa manusia saja di dalamnya.

Ilmu sains yang sebenarnya di balik plot twist Dr Stone

Dr Stone. (IMDB)
Dr Stone. (IMDB)

Ilmu populasi layak minimum (MVP) adalah ambang batas yang memperkirakan jumlah terkecil individu dalam suatu spesies yang diperlukan untuk mencegah kepunahannya.

Meskipun hasilnya adalah perkiraan, angka-angka ini digunakan untuk membantu melestarikan dan mengelola populasi yang menurun.

Populasi minimum bervariasi menurut spesies, karena masing-masing memiliki jadwal sendiri untuk reproduksi dan rentang hidup.

Jumlah ini adalah jumlah minimum yang dibutuhkan suatu spesies untuk bertahan hidup selama beberapa generasi.

Aturan yang diterima secara luas dalam bidang ilmu ini, meskipun masih diperdebatkan hingga hari ini, adalah aturan 50/500.

Sederhananya, untuk mencegah cacat parah yang disebabkan oleh perkawinan sedarah, satu spesies membutuhkan minimal 50 individu.

Agar spesies dapat berkembang dan terus berevolusi, populasinya harus lebih dari 500.

Jumlah ini tidak berarti jumlah individu, tetapi mereka yang mampu bereproduksi pada waktu tertentu.

Seiring bertambahnya usia seseorang atau hewan, kemampuannya untuk bereproduksi berubah.

Menggunakan Dr Stone sebagai contoh, karakter seperti Suika dan Kaseki tidak akan dihitung karena mereka terlalu muda atau tua.

Sementara itu, orang-orang seperti Senku dan Kohaku akan dihitung. Populasi juga perlu menjaga pemerataan laki-laki dan perempuan. Jadi secara realistis, populasi harus lebih tinggi dari standar ini.

Kontributor: Damai Lestari

Berita Terkait