Gadget

Ketahui Ini 5 Bahaya Mematikan Laptop Secara Paksa

Setidaknya ada lima bahaya mematikan laptop secara paksa yang harus kamu ketahui ini.

Agung Pratnyawan

Ilustrasi pengguna laptop. (Pixabay)
Ilustrasi pengguna laptop. (Pixabay)

Hitekno.com - Inilah bahaya mematikan laptop secara paksa yang harus kamu ketahui agar kamu tidak melakukanya lagi. Sebagai alat elektronik yang sering digunakan dalam aktivitas sehari-hari, laptop menjadi rentan mengalami kerusakan terutama pada bagian hardware.

Oleh karena itu agar laptop kamu awet dan performanya tetap terjaga maka kamu harus menggunakan laptop sesuai dengan prosedur yang dianjurkan.

Hayo pasti kamu pernah kan mematikan laptop secara paksa? Sebaiknya jangan lakukan hal itu lagi ya karena ketika kamu mematikan laptop tanpa menggunakan fitur shutdown, maka bisa memicu kerusakan pada laptop kamu.

Shut Down adalah mematikan semua program dan file yang telah dibuka dan mematikan komputer. Ketika kamu klik menu shut down, maka sistem operasi pun akan berhenti berjalan sehingga tidak ada daya listrik yang dikonsumsi.

Sedangkan apabila kamu mematikan laptop secara paksa, cara tersebut akan langsung mematikan aliran daya ke laptop, dan akan membuat proses pendinginan prosesor tidak berjalan optimal.

Hal tersebut tentu bisa merusak prosesor, padahal prosesor merupakan komponen penting yang menunjang performa laptop kamu agar berjalan maksimal.

Berikut ini bahaya mematikan laptop secara paksa yang harus kamu ketahui:

Ilustrasi laptop. (Pixabay/ Concord90 )
Ilustrasi laptop. (Pixabay/ Concord90 )

1. Memicu kerusakan pada Processor

Saat laptop baru dimatikan maka beban kerja pada heatsink lebih tinggi dari biasanya karena harus segera mendinginkan processor. Jadi apabila kamu mematikan laptop secara paksa, proses pendinginan tersebut tidak akan berjalan secara optimal dan bisa mengakibatkan kerusakan pada processor kamu.

2. RAM Bermasalah

RAM adalah sebuah komponen utama untuk membaca data, menyimpan data sementara dan mencatat alur kerja dari aplikasi yang sering kamu gunakan. Jika kamu sering mematikan laptop secara paksa, maka RAM akan menutup paksa aplikasi tanpa adanya aturan.

Namun jika kamu mematikan laptop dengan benar, maka RAM akan menutup aplikasi yang kamu gunakan secara teratur dan baik. Dengan mengikuti prosedur yang ada maka kesehatan RAM juga akan semakin awet.

3. Merusak Power Supply

Apabila kamu mematikan laptop melalui proses shutdown, maka akan memberikan perintah pada BIOS untuk menghentikan semua aktivitas yang dilakukan oleh laptop, terutama power supply. Dengan begitu maka daya listrik yang dipakai bisa dimatikan secara normal.

Tapi jika kamu mematikan laptop secara paksa, arus listrik di perangkat tersebut akan terputus secara tiba-tiba di saat aktivitas hardware masih berjalan. Hal tersebut tentu akan membahayakan power supply laptop kamu, bahkan dikhawatirkan bisa meledak karena korsleting.

4. Registry error

Registry adalah sebuah basis data internal yang banyak dan penting, mesin informasi spesifik yang berasal dari laptop. Semua informasi tersimpan di Registry.

Saat kamu mematikan laptop melalui proses shutdown, sistemnya akan meregistrasi ulang komponen dan software yang digunakan serta data-data yang kamu pakai. Sementara hal ini tidak akan terjadi ketika kamu mematikan laptop secara paksa.

5. Hard Disk Menjadi Bad Sector

Kerusakan yang paling sering terjadi akibat mematikan laptop secara paksa tanpa shutdown yaitu terjadinya bad sector pada hard disk. Pada dasarnya, piringan yang berada di dalam hard disk akan berputar ketika laptop menggunakan hardisk tersebut.

Jika kamu mematikan laptop secara paksa, maka hard disk akan berhenti berputar secara tiba-tiba dan akan berhenti memproses apa yang sedang dilakukannya.

Itulah bahaya mematikan laptop secara paksa yang bisa mengancam kinerja laptop kamu.

Setelah tahu bahaya mematikan laptop secara paksa, alahkah lebih baik kalau kamu ingin mematikan laptop maka kamu pilih dan klik menu Setting, setelah itu klik Power dan pilih Shutdown, lalu tunggu sampai laptop kamu sudah benar-benar mati, kemudian matikan stabilizer dan cabut kabel listriknya. Gimana? Mudah kan?

Kontributor: Jeffry francisco

Berita Terkait