Gadget

Gawat, iPhone Kumpulkan Data Pengguna Saat Sedang Tidur

Total data yang dikumpulkan bahkan mencapai 1,5 GB, total ini merupakan jumlah dari penggunaan selama setengah bulan.

Agung Pratnyawan | Amelia Prisilia

Ilustrasi iPhone. (pexels/Marc Mueller)
Ilustrasi iPhone. (pexels/Marc Mueller)

Hitekno.com - Sebuah fakta baru belum lama ini terungkap, iPhone diketahui secara diam-diam mengumpulkan data penggunanya saat sedang tidur.

Hal ini terungkap dalam sebuah investigasi yang dilakukan oleh The Washington Post dan Disconnect.

Dilansir dari Dailymail, iPhone dengan sistem operasi iOS diketahui mengirimkan data dari perangkat pengguna ke server milik pihak ketiga. Data yang terkumpul berjumlah total 5.400 aplikasi tracker.

Rata-rata informasi yang dikumpulkan memiliki beragam jenis. Di antaranya adalah informasi sensitif seperti alamat email, nomor telepon, alamat IP dan lokasi pengguna.

Diketahui jam aplikasi tracker ini bekerja yaitu pada malam hari saat penggunanya sedang tidur dan perangkat iPhone tidak digunakan.

Ilustrasi iPhone. (pexels/Adrianna Calvo)
Ilustrasi iPhone. (pexels/Adrianna Calvo)

 

Memanfaatkan fitur Background App Refresh yang merupakan bagian dari iOS, aplikasi tracker ini melakukan akses aplikasi dan mengirimkan data saat aplikasi iOS tidak digunakan.

Cara kerja aplikasi tracker ini sebenarnya sama dengan aplikasi Amplitude, Appboy, dan Demdex.

Total data yang dikumpulkan bahkan mencapai 1,5 GB, total ini merupakan jumlah dari penggunaan selama setengah bulan.

Deretan aplikasi yang mengumpulkan data pengguna tersebut antara lain sperti Microsoft OneDrive, Nike, Spotify, dan lain-lain.

Ilustrasi charge smartphone. (pixabay/StokSnap)
Ilustrasi iPhone. (pixabay/StokSnap)

 

Penemuan menakjubkan dan membuat heboh ini jelas membuat kecewa banyak pengguna iPhone dan iOS. Mengingat, Apple cukup sesumbar dan menyatakan kebijakan seriusnya mengenai privasi pengguna.

Salah satu statement Apple bersama iPhone yang begitu terkenal menyebutkan ''What happens on your iPhone, stays on your iPhone''. Melihat penemuan mengejutkan ini, sepertinya statement Apple ini sudah tidak berarti lagi ya.

Adanya data pengguna yang bocor melalui aplikasi tracker ini rupanya dimanfaatkan oleh perusahaan pihak ketiga untuk memasang iklan sesuai keinginan pengguna.

Sayangnya, fakta bahwa iPhone mengumpulkan data pengguna saat sedang tidur ini cukup meresahkan banyak orang terutama pengguna Apple dan iPhone.

Berita Terkait